Artikel Quis
Semua Bisa Berqurban
Updated  23 Agustus 2016 ( 1.344 ) views

Mengalami 9 tahun awal disyariatkannya qurban sejak 2 Hijriyah, Rasulullah SAW senantiasa memotong hewan qurban. Seperti dikabarkan dari Ibnu 'Umar ra, "Nabi SAW tinggal di Madinah selama 10 tahun, dan selama 9 kali Nabi berqurban tiap tahunnya" (HR Tirmidzi [1507]; Ahmad [4955]; Fathul Bari' X/12).

Sejumlah hadits meriwayatkan, Rasulullah SAW pernah berqurban 2 ekor domba, juga pernah 33 ekor onta, dan bersama menantunya Ali bin Abu Thalib ra pernah berqorban 100 onta. Sebanyak 63 ekor dari Nabi, sisanya dari Sayyidina Ali. Kadang, Nabi SAW menghadiahkan banyak domba kepada kepala kabilah untuk dijadikan qurban bersama kaumnya.

Suatu ketika Rasul minta diambilkan domba bertanduk dengan warna bulu hitam pada kaki, sekitar mata, dan perutnya. Beliau lalu meminta sebilah golok yang sudah diasah tajam kepada Aisyah ra untuk memotongnya sendiri.  Sebelum menyembelih, Rasul berdoa, "Bismillahi, Allahumma taqobbal min Muhammadin wa ‘aali Muhammad, wa min ummati Muhammad" (Dengan nama Allah, ya Allah, terimalah dari Muhammad dan keluarganya serta ummat Muhammad) [HR Ahmad 96/780; Muslim (6/78); Abu Dawud (2792].

Para ulama menjelaskan, hadits di atas menunjukkan kecintaan Nabi Muhammad SAW kepada umatnya, sehingga beliau mengajak berkongsi pahala dalam qurbannya. Sebagaimana hingga detik-detik ajalnya beliau menyebut-nyebut umatnya, dan kelak di akhirat beliau menyediakaan telaga syafa’at (ampunan) untuk para pengikutnya. Pesan hadits itu sekaligus memotivasi umat Nabi Muhammad SAW untuk berqurban. Bahkan menurut sebagian ulama, qurban bernilai wajib. Setiap keluarga muslim berqurban minimal seekor kambing atau domba.

Bukankah berkorban dalam pengertian luas adalah sebuah keniscayaan hidup. "Sacrifice is a part of life. It’s supposed to be. It’s not something to regret. It’s something to aspire to," kata Micth Albom dalam The Five People You Meet in Heaven (2003).  Budaya-budaya paganisme, animisme, dinamisme, pun mengenal kurban persembahan, yang sebagian bahkan tetap dilestarikan hingga sekarang. Misalnya kurban berupa kepala kerbau yang ditanam untuk meresmikan jembatan, atau air kembang dalam kendi yang dipecahkan dalam launching produk mobil keluaran baru.

Sedangkan Islam mengajarkan sejumlah bentuk pengorbanan, yaitu (1) Qurbât rûhiyah yakni iman dan taqwa kepada Allah SWT dengan konsekuensi menjalankan syari‘at dan menjauhi maksiat; (2) Qurbât badaniyah atau pengorbanan amalan fisik seperti shalat dan puasa; (3) Qurbât mâliyah seperti zakat, infak, shadaqah, wakaf, dan qurban; (4). Qurbât badaniyah-mâliyah seperti haji dan umrah (Prof Dr Rawwas Qal‘ah Jiey, al-Mausû‘ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah, Juz II: 1569-1571).

Qurban dalam arti menyembelih ternak qurban, disyariatkan sejak Nabi Ibrahim as yang kemudian disempurnakan Nabi Muhammad SAW. Menggaungkan kembali suntikan motivasi dari Rasulullah SAW tadi, Program Qurban Istimewa (QUIS) PPPA Daarul Qur’an tahun ini mengemas tema Semua Bisa Berqurban. Melalui tema ini, pequrban yang rejekinya masih berlebih, dapat menyedekahkan sebagian hartanya guna dijadikan qurban bagi yang tidak mampu. Sedang bagi calon pequrban yang pendapatannya pas-pasan dan kurang mampu, jauh-jauh hari PPPA Daarul Qur’an sudah menawarkan Program Tabungan Qurban. Kalau dana qurban belum mencukupi untuk membeli qurban sapi, silakan berkongsi bertujuh untuk mendapatkan seekor sapi qurban.

Pokoknya, insya Allah semua bisa berqurban. Terlebih, qurban tahun ini dibutuhkan lebih banyak lagi untuk ribuan pengungsi erupsi 3 gunung (Sinabung di Tanah karo, Raung di Bali, Gamalama di Maluku Utara), ribuan pengungsi Rohingya di tiga titik di Aceh, warga ratusan desa yang dilanda kekeringan dan krisis air, santri-santri di ratusan pesantren dan rumah tahfidz yang sederhana, serta ribuan penduduk daerah rawan pangan dan gizi.

"There is no life without sacrifice. And no sacrifice is wasted." Tiada hidup tanpa pengorbanan, dan tiada pengorbanan yang hilang terbuang (Sir Oliver Lodge, 1929). Semoga Allah SWT mewujudkan niat baik kita semua untuk berqurban bagi negeri ini.

Photo dalam artikel ini ..

Artikel lainnya pada periode ini
Scroll kebawah untuk melihat semua artikel dalam list ini..

Artikel lainnya


Scroll keatas / bawah untuk melihat seluruh daftar isi artikel ini ..
Rekening QUIS Pusat (Jakarta)
Bank BCA 603 084 1199
Bank Mandiri 101 000 1010 204
a/n. Yayasan Daarul Qur'an Indonesia
QUIS - Qurban Istimewa | PPPA Daarul Qur'an

Gedung QUIS Daarul Qur'an - Kawasan Bisnis CBD Ciledug | Blok C5 No.3 Jl. HOS Cokroaminoto, Karang Tengah, Kota Tangerang 15157. Telp. ( 021 ) 7300 686 ( Hunting ), Fax. ( 021 ) 7344 4858